TIPS BELAJAR ARTISTIK
Berbicara tentang seni, pasti tak akan lepas dari yang namanya artistik. Apa sih artistik itu??
Dalam teater, artistik merupakan segala unsur kreasi seni yang membantu dalam pementasan yang menjadikan panggung jadi lebih hidup. Unsur artistik ini meliputi setting, lighting, dan make-up costume. Sedangkan dalam film, artistik merupakan segala hal yang berbau visual yang membantu dalam memperindah karya film itu sendiri.
Tak dipungkiri lagi bahwa artistik itu memang hal yang sangat penting dalam sebuah karya seni terlebih lagi pementasan. Lalu hal penting apa sih yang harus diperhatikan ketika membuat artistik?
Kebetulan sekali, kemarin saya sempat berbincang dengan seseorang yang sudah tak asing lagi namanya dalam dunia artistik, yaitu Aji Jagad P. atau yang biasa disapa Mas Jagad. Dia memberikan sedikit tips dalam belajar artistik.
Dalam dunia artistik kita dituntut untuk memiliki pengetahuan lebih dalam hal apapun. Paling tidak kita harus sering membaca, bukan berarti ketika di artistik kita hanya membaca tentang unsur visual atau gambar, tetapi segala macam buku. Jadi ketika membuat artistik, kita bisa menggabungkan pengetahuan tersebut sehingga dapat mempermudah dalam proses pembuatan.
Selanjutnya, memperbanyak referensi. Dalam kasus ini memang referensi artistik dalam pementasan memang sangat diperlukan, tetapi diluar itu belajar artistik bisa kita lakukan kapan saja. Misalnya, ketika kamu sedang duduk didepan rumah ketika malam hari, kamu bisa lihat seberapa intensitas cahayanya, bagaimana membangun suasana pada malam hari. Dan selalu catat apa yang kamu lihat, karna itu akan membantu mu nanti ketika membuat sebuah artistik pementasan (terutama dalam pementasan realis).
Dan yang terakhir, seringlah melakukan eksperimen. Eksperimen diluar waktu pembuatan artistik sebuah pementasan itu sangat diperlukan. Yang paling utama ketika menciptakan sesuatu yaa harus tau tekniknya, dan memaksimalkan apa yang kita punya. “Saya pernah mengikuti workshop tentang tata cahaya, dan saya bertanya “kalau cahayanya seperti ini bagaimana?” dan jawabannya “kamu belum sampai, karna kamu punya lampu, tapi lampu itu belum kamu gunakan diluar batasnya.” Jadi untuk bereksperimen itu kita perlu menggunakan apa yang kita punya diluar batasnya. Dan untuk mengetahuinya jika hanya belajar saat mau pentas saja itu tidak akan bisa.” Ucap Mas Jagad
Dan Mas Jagad juga memberi sedikit tips dalam pembuatan artistik pementasan.
Yang pertama, ketika membuat artistik kita harus terlebih dahulu melihat kebutuhan. “Artistik dalam pamantasan itu bukan hanya agar terlihat megah untuk dilihat, tidak melulu harus terlihat megah tetapi artistik yang bagus itu ya sesuai dengan kebutuhan.” kata Mas Jagad. Untuk menemukan artistik yang sesuai dengan kebutuhan kita harus memperbanyak referensi.
Yang kedua, sebuah pementasan pasti memiliki konsep dan benang merah dalam ceritanya. Nah, pembuatan artistik itu bebas selama itu tidak berada diluar benang merah.
Dalam teater, artistik merupakan segala unsur kreasi seni yang membantu dalam pementasan yang menjadikan panggung jadi lebih hidup. Unsur artistik ini meliputi setting, lighting, dan make-up costume. Sedangkan dalam film, artistik merupakan segala hal yang berbau visual yang membantu dalam memperindah karya film itu sendiri.
Tak dipungkiri lagi bahwa artistik itu memang hal yang sangat penting dalam sebuah karya seni terlebih lagi pementasan. Lalu hal penting apa sih yang harus diperhatikan ketika membuat artistik?
Kebetulan sekali, kemarin saya sempat berbincang dengan seseorang yang sudah tak asing lagi namanya dalam dunia artistik, yaitu Aji Jagad P. atau yang biasa disapa Mas Jagad. Dia memberikan sedikit tips dalam belajar artistik.
Dalam dunia artistik kita dituntut untuk memiliki pengetahuan lebih dalam hal apapun. Paling tidak kita harus sering membaca, bukan berarti ketika di artistik kita hanya membaca tentang unsur visual atau gambar, tetapi segala macam buku. Jadi ketika membuat artistik, kita bisa menggabungkan pengetahuan tersebut sehingga dapat mempermudah dalam proses pembuatan.
Selanjutnya, memperbanyak referensi. Dalam kasus ini memang referensi artistik dalam pementasan memang sangat diperlukan, tetapi diluar itu belajar artistik bisa kita lakukan kapan saja. Misalnya, ketika kamu sedang duduk didepan rumah ketika malam hari, kamu bisa lihat seberapa intensitas cahayanya, bagaimana membangun suasana pada malam hari. Dan selalu catat apa yang kamu lihat, karna itu akan membantu mu nanti ketika membuat sebuah artistik pementasan (terutama dalam pementasan realis).
Dan yang terakhir, seringlah melakukan eksperimen. Eksperimen diluar waktu pembuatan artistik sebuah pementasan itu sangat diperlukan. Yang paling utama ketika menciptakan sesuatu yaa harus tau tekniknya, dan memaksimalkan apa yang kita punya. “Saya pernah mengikuti workshop tentang tata cahaya, dan saya bertanya “kalau cahayanya seperti ini bagaimana?” dan jawabannya “kamu belum sampai, karna kamu punya lampu, tapi lampu itu belum kamu gunakan diluar batasnya.” Jadi untuk bereksperimen itu kita perlu menggunakan apa yang kita punya diluar batasnya. Dan untuk mengetahuinya jika hanya belajar saat mau pentas saja itu tidak akan bisa.” Ucap Mas Jagad
Dan Mas Jagad juga memberi sedikit tips dalam pembuatan artistik pementasan.
Yang pertama, ketika membuat artistik kita harus terlebih dahulu melihat kebutuhan. “Artistik dalam pamantasan itu bukan hanya agar terlihat megah untuk dilihat, tidak melulu harus terlihat megah tetapi artistik yang bagus itu ya sesuai dengan kebutuhan.” kata Mas Jagad. Untuk menemukan artistik yang sesuai dengan kebutuhan kita harus memperbanyak referensi.
Yang kedua, sebuah pementasan pasti memiliki konsep dan benang merah dalam ceritanya. Nah, pembuatan artistik itu bebas selama itu tidak berada diluar benang merah.


Komentar
Posting Komentar