Menguak Rahasia Tari Kontemporer



 Halo Sedulur Tuang…
     Gimana kabarnya? Semoga tetap sehat dan selalu dalam keadaan bahagia ya. Oh iya, jangan lupa untuk berproses dan berkarya agar menjadi manusia yang produktif dan tidak malas, manfaatkan waktumu semaksimal mungkin ya teman-teman. Nah, Tari-USF UMS juga ga mau kalah produktif nih, tahun ini Tari-USF mempunyai 2 proker loh, di edisi Tuang sebelumnya sudah dibahas sedikit tentang proker 1 Tari-USF UMS. Pada kesempatan ini kami akan sedikit membahas tentang hal yang berkaitan dengan Proker 2 Tari-USF. Perlu teman-teman ketahui untuk proker 2 Tari-USF kali ini akan mengangkat konsep tari kontemporer. Apa itu tari kontemporet? Nah, menurut pengertiannya sendiri tari kontemporer aldalah tarian yang dipadukan dari berbagai jenis tarian terutama tarian tradisional dan tarian modern, jadi secara mudahnya jenis tari kontemporer merupakan tarian masa kini dengan sentuhan modernisasi.

     “Lebih mengekspresikan diri sendiri, kamu mau ngapain, apa yang ingin kamu ceritakan, yah disitu kita seperti bercerita, beda dengan tari tradisional yang cerita di dalamnya itu berasal dari orang lain sedangkan kontemporer ya cerita dari diri kita.” Ujar Vivi Susilowati yang pernah berproses tari kontemporer di Tari USF.

      Dari paparan tersebut temen-temen sudah paham kan apa perbedaan antara tarian tradisional dan tarian kontemporer? Dalam dunia tari, olah tubuh sangat diperlukan khususnya dalam tari kontemporer, hal ini berkaitan dengan kesiapan tubuh kita ketika akan melakukan gerakan atau mulai proses garapan suatu karya. Olah tubuh sendiri berarti kegiatan manusia dalam mengolah tubuhnya dengan sengaja menjadikan barang mentah menjadi barang jadi yang siap untuk digunakan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan tubuh agar lebih labil (lentur dan mudah bergerak) dari keadaan stabil dan normal. “Ketika badanmu sudah siap, mau diapa-apain atau mau gerak seperti apa pasti enak.” kata Vivi. Jadi olah tubuh sendiri berperan penting dalam suatu garapan kontemporer. Vivi pun menambahkan selain olah tubuh, mental juga perlu disiapkan. “Kalau badan siap, tapi mentalnya tidak itu juga suatu kekurangan, karena dalam suatu garapan kontemporer kita dituntut untuk menjadi karakter yang ingin kita bawakan.” lanjut Vivi.

      Selain dari individu masing-masing penari, menurut Vivi ternyata ada faktor lain yang bisa mempengaruhi proses garapan kontemporer loh teman-teman. Salah satunya kepekaan penari yang satu dengan yang lainnya. Jadi ketika pementasan penari bisa berkomunikasi di atas panggung namun berkomunikasi selain menggunakan lisan. Secara gamblangnya penari-penari harus mempunyai kemistri dengan apa yang mereka bawakan. Selain itu Vivi menambahkan untuk sebuah garapan kontemporer seorang koreografer harus bisa menghilangkan karakter pribadi seorang penari untuk menjadi karakter yang dibutuhkan dalam pementasan.

     “Persiapkan tubuhmu, mentalmu, dalami karakter cerita yang akan dibawakan dan persiapkan semua itu dari jauh-jauh hari jangan mendadak karena tubuh butuh keterbiasaan dulu. Penari butuh keterbiasaan berkomunikasi tanpa terlihat dan menyamakan emosi.” Ujar perempuan kelahiran Sragen tersebut.

     Gimana nih teman-teman dari pembahasan di atas sudah ada gambaran untuk mencoba membuat suatu garapan tari kontemporer, kan? Jangan takut untuk mencoba ya, karena dari mencoba kamu akan tahu apa saja yang akan kamu dapat, siapa tahu itu adalah pasionmu. Semangat berproses. 

Komentar

Postingan Populer