PROFIL USF-UMS

PROFIL
Unit Seni dan Film
Description: 5892_100304306652149_100000177394422_5226_8081886_n

A. SEJARAH BERDIRINYA UNIT SENI DAN FILM
            Pada tahun 1978 UMS yang semula IKIP, ada sekelompok mahasiswa mendirikan sebuah wadah yang diberi nama MENTARI. Di dalam MENTARI terdapat beberapa kegiatan diantaranya Penerbitan, Teater, Pencinta Alam. Teater sempat berproses selama beberapa tahun dan kemudian vakum, namun pada tanggal 24 Mei 1979 Teater kembali bangkit dengan nama Unit Seni dan Film (USF) dan pada tahun ini juga IKIP berkembang menjadi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pada tahun 1983, anggota USF memiliki gagasan sebaiknya menambah divisi – divisi, yaitu Divisi Musik, Divisi Tari. Kemudian, divisi – divisi tersebut kini dikenal sebagai sub-unit. Pada perkembangannya USF menambah beberapa Sub-Unit yaitu, Sub-Unit Paduan Suara, Sub-Unit Lukis, dan pada tahun 90-an lahirlah Sub-Unit Sastra dan Film (Sasfi). Pada tahun 2000-2001 mulai terlihat perpecahan di Unit Seni dan Film, tahun 2001 Sub-Unit Paduan Suara memisahkan diri dari USF. Tetapi beruntung pada pertengahan tahun 2004 USF masih memiliki anggota yang masih mau berperan serta untuk menjadikan USF bersatu lagi, sehingga USF masih dapat bertahan sampai sekarang.

B. SEBAGAI KEORGANISASIAN
            Sebagai salah satu lembaga tentunya USF adalah sebuah organisasi yang harus dikelola menurut sistem managemen yang berlaku dilingkungan kesenian. Pada dasarnya suatu organisasi adalah sama, yang perlu struktur organisasi serta pembagian job yang jelas, tetapi itu belum cukup. Di dalam USF masih perlu di tambahkan “rasa” kreativitas dan kesenian.
            Hal inilah yang membuat USF berbeda dari organisasi yang lain. Satu kesempatan terhadap para pengurus untuk menunjukkan diri mereka masing – masing adalah bagaimana mereka dapat mengemban tugas yang telah diberikan kepada mereka. Dan bagaimana mereka bertindak adil terhadap anggotanya. Seni adalah rasa, jadi segala hal yang dilakukan dalam organisasi kesenian harus diiringi rasa dari batin pribadi. Karena rasa itulah yang akan menuntun kita pada keindahan.
            Sistem keorganisasian USF harus berdasarkan pada peraturan USF dalam bentuk Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), serta GBHO dan GBHK.

C. SEBAGAI KESENIAN
            Kesenian dari kata dasar seni yang punya kecendrungan kalau seni itu ada hubungannya dengan keindahan. Di dalam perkembangan manusia, seni sebagai alat atau perantara tak bisa diabaikan begitu saja, baik sadar atau tidak. Allah SWT menciptakan manusia dengan bentuk yang paling sempurna dan indah. Seperti yang kita alami di dunia ini selalu adanya keindahan yang relatif sesuai cara pandang setiap manusia.
            Begitu pula dalam keinginan semua anggota di USF, berharap terciptanya keindahan yang berjalan selaras dan beriringan. Seperti yang telah kita singgung di atas, bahwa USF mempunyai 5 sub-unit, dari sekian macam sub-unit tersebut pada dasarnya sama yaitu mempelajari manusia dari berbagai sudut perspektif yang berbeda dalam menilai suatu keindahan sebagai puncak pengekspresian kepuasan dirinya. Dengan cara yang berbeda, mereka sama-sama dituntut untuk berkreatifitas dalam berkesenian sebagai wujud perkembangan selama ini yang telah mereka dapatkan dalam pencariannya dari berbagai pihak.
            Akan tetapi, dari perbedaan itulah kita harus tetap menjadi satu, ”satu jiwa satu rasa”. Kalimat itulah yang harus kami junjung dalam organisasi ini, meskipun ada sedikit kekurangan. Tapi itu tak menghalangi kami untuk tetap bersatu. Semoga USF tetap menjaga dan berkembang dalam bidang kesenian yang sesungguhnya.

D. TUJUAN DAN FUNGSI
            Sebagai kelompok seni yang berada dalam lingkungan akademik, tentunya USF mempunyai tujuan dan fungsi yang nantinya harus berbenturan dengan birokrasi akademik. Dan ini yang akan menjadi permasalahan bagi USF sendiri baik secara internal maupun eksternal. Dan yang perlu diketeahui bahwa USF merupakan unit kegiatan mahasiswa yang notabennya sebagai wadah untuk mengembangkan minat dan bakat dari para mahasiswa dalam berkesenian tanpa melupakan kewajiban mereka dalam berorganisasi. Memang tidak mudah untuk membangkitkan sebuah kelompok dibidang kesenian, karena akan banyak sekali faktor-faktor penghancur yang akan muncul. Apalagi kalau ada kepentingan individual yang mendominasi. Oleh sebab itu,perlu adanya sebuah niatan yang tulus, keikhlasan, kejujuran, kemauan yang tinggi dan pengorbanan dari para pelaku yang nantinya bisa untuk mempertahankan kelompok tersebut.
            Tujuan :
1.      Mempertebal keyakinan kepada Allah SWT, karena Allah Maha Indah dan Maha Mencintai Keindahan
2.      Mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa dalam bidang seni dengan harapan dapat memperkaya khasanah serta menunjang peningkatan pelestarian budaya Indonesia.
3.      Menumbuhkembangkan rasa dan pemikiran terhadap seni dan budaya.
4.      Membentuk sikap dan kepribadian mahasiswa dengan mengambil nilai-nilai luhur budaya bangsa.
      Fungsi       :
1.      Menampung dan mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa dalam bidang seni.
2.      Sebagai wadah berekspresi dan berkreasi dalam bidang seni.
3.      Sebagai forum komunikasi dalam bidang seni.
      4.   Membentuk pelaku dan penikmat seni di UMS pada khususnya, dan masyarakat pada                     umumnya.

E. Lima Sub Unit
                Description: Sub Unit Tari                                      Description: Sub Unit Musik
                            Sub Unit Tari                                                  Sub Unit Musik
                                                           Sub Unit Teater Kidung
                                                           Description: IMG_5842
Description: sasfi            Description: IMG_5543                                                                           

          Sub Unit Ciprat                                                                                 Sub Unit Sastra dan Film

Komentar

Postingan Populer